Kali ini kita akan belajar tentang Tipe Data, Identifier, Variabel dan Konstanta. Langsung aja simak penjelasan berikut.
1. Tipe Data
Merupakan suatu nilai yang bisa dinyatakan dalam bentuk konstanta atau variabel. Terdapat berbagai jenis tipe data dalam setiap bahasa pemrograman. Namun, kali ini kita akan melihat beberapa jenis tipe data yang umumnya ada pada hampir seluruh bahasa pemrograman. Tipe-tipe data tersebut antara lain sebagai berikut :
Untuk membuat variabel kita harus men-deklarasikan-nya sebelum main
program dan sebuah variabel di dalam pascal harus ditulis sesuai dengan
aturan berikut:
1. Tipe Data
Merupakan suatu nilai yang bisa dinyatakan dalam bentuk konstanta atau variabel. Terdapat berbagai jenis tipe data dalam setiap bahasa pemrograman. Namun, kali ini kita akan melihat beberapa jenis tipe data yang umumnya ada pada hampir seluruh bahasa pemrograman. Tipe-tipe data tersebut antara lain sebagai berikut :
Tipe data Karakter (character/char)
Jenis tipe data ini hanya memungkinkan
sebuah variabel menyimpan informasi sebuah single karakter, seperti
huruf “P”,, “c”, “7”, atau “@”.
Tipe data String
Tipe data string ini memungkinkan
variabel menyimpan informasi untaian karakter, seperti kata atau
kalimat. Dalam contoh sebelumnya, nama yang Anda gunakan pada web form,
informasi tersebut akan disimpan dalam variabel bertipe data string.
Tipe data Integer (int)
Jenis tipe data integer digunakan jika
ingin menyimpan informasi angka (bilangan bulat) dalam variabel, tetapi
bukan bilangan pecahan. Hal ini berarti nilai “7” akan menjadi nilai
integer yang valid.
Tipe data Floating Point Number (float)
Jika Anda bermaksud menyimpan informasi
angka dengan format pecahan atau angka desimal, floating point adalah
jenis tipe data yang sesuai. Angka “65,00” secara teknis merupakan nilai
bertipe floating point meskipun nilai tersebut juga dapat
direpresentasikan sebagai nilai “65”. Jenis tipe data ini membutuhkan
ukuran memory yang lebih besar dibandingkan jenis tipe data angka
integer.
Tipe data Boolean (bool)
Jenis tipe data ini biasanya digunakan
hanya untuk merepresentasikan dua kondisi, yakni nilai TRUE dan FALSE
atau daatberarti bernilai 1 dan 0 atau kondisi ON dan OFF. Jenis tipe
data ini merupakan jenis yang paling sederhana, teapi cukup sering
digunakan dalam setiap pemrograman.
Tipe data Array
Jenis tipe data aray sering disebut juga
sebagai tipe data larik. Tipe data ini pada dasarnya merupakan kumpulan
sejumlah variabel bertipe data sama dengan ukuran tertentu, yang
tersusun secara runtun. Ada beragam variasi dari tipe data array,
bergantung pada bahasa pemrograman yang digunakan. Sebagai contoh, nilai
“1”, “2”, “3”, “4”, dan “5” dapat Anda simpan ke dalam variabel bertipe
data array dengan ukuran aray “5” (5 buah nilai, mulai dari 1 sampai
dengan 5) yang memiliki kumpulan nilai bertipe integer atau secar
sederhana dapat dikatakan array of integer values.
Setiap variabel yang terdapat dalam
array dapat diakses dengan menggunakan komponen indeks dari tiap-tiap
variabel trseut. Namun, perlu Anda ketahui bahwa variabel pertama yang
ada dalam array bukan memiliki indeks 1, melainkan indeks 0. Menyimpan
nilai-nilai tersebut ke dalam variabel bertipe data array akan
memudahkan kit untuk melakukan manipulasi terhadap setiap data yang ada
dalam array tersebut. perlu diketahui bahwa jenis tipe data string
sebenarnya merupakan kumpulan variabel bertipe karakter atau bisa
dikatakan array of characters.
2. Identifier
Identifier adalah suatu pengenal atau
pengidentifikasi yang kita deklarasikan agar kompiler dapat
mengenalinya. Identifier sendiri dapat berupa nama variabel, konstanta
fungsi, kelas, template maupun namespace.Biasanya identifier ini terdiri
dari 3 bentuk,yaitu privat public dan protected:
- public: anggota pribadi dari kelas dasar hanya dapat diakses oleh anggota yang kelas dasar.
- private: anggota publik dari kelas dasar dapat diakses oleh anggota yang kelas dasar,anggota kelas turunan serta anggota yang berada di luar kelas dasar dan kelas turunan.
- protected: anggota dilindungi dari kelas dasar dapat diakses oleh anggota kelas dasarserta anggota kelas turunan.
Berikut adalah perbedaan dari ke-3 Identifier tersebut :
Perbedaan public, private, protected, dan tanpa penentu akses pada variabel :
- public : variabel dapat di akses pada semua kelas yang menggunakan kelas yang berisi variabel tersebut.
- private : Hanya dapat diakses oleh metode2 dalam kelas itu sendiri.
- protected : Variabel instan dapat diakses pada kelas sendiri dan subkelasnya.
- Tanpa Penentu akses : variabel dapat diakses oleh kelas yang berada dalam package yang sama.
Perbedaan public, private, protected, dan tanpa penentu akses pada metode :
- private : Hanya dapat diakses pada metode2 dalam kelas yang sama.
- protected : Metode dapat diakses pada kelas sendiri dan pada subkelasnya.
- Tanpa Penentu akses : Metode hanya dapat diakses oleh metode dalam kelas itu sendiri ataupun metode pada kelas lain yang terletak pada package yang sama.
Untuk membuat nama identifier perlu memperhatikan
hal-hal berikut:
- Membedakan huruf besar dan huruf kecil (case sensitive).
- Nama identifier bisa terdiri dari satu atau beberapa karakter yang terdiri dari angka (0 – 9), huruf (A –Z, a – z), dollar ($), garis-bawah/underscore(_).
- Penamaan identifier harus dimulai dengan huruf, underscore(_), atau karakter dollar ($). Tidak boleh dimulai dengan angka.
- Simbol-simbol operator seperti (*), (+), (/), (-) tidak bisa digunakan.
- Dalam penamaan identifier tidak boleh menggunakan spasi.
- Tidak diperbolehkan menggunakan Kata-kata keyword dalam bahasa pemrograman (misalnya: public, class, static, dsb).
- v Panjang nama identifier tidak dibatasi.
3. Variabel
Variabel adalah suatu tempat yang digunakan untuk
menampung data atau konstanta di memori yang mempunyai nilai yang dapat
berubah–ubah selama proses program. Sifat dari variabel adalah sementara atau tidak permanen, artinya
data atau nilai yang tersimpan dalam variabel akan hilang ketika program
dimatikan.
Berikut adalah aturan atau sifat yang dimiliki variabel:- Variabel hanya digunakan untuk menyimpan data sementara
- Variabel hanya mampu menyimpan satu data atau nilai
- Karakter pertama harus berupa huruf
- Karakter kedua dan seterusnya dapat berupa angka atau underscore ( _ )
- Tidak boleh menggunakan spasi
Berikut contoh nama variabel yang benar:
Contoh penulisan variabel dalam bahasa pascal:VariabelPascal Nama_Variabel Contoh77
var nama, alamat : string; umur : integer;
Sebagai catatan: anda dapat mendeklarasikan beberapa variabel sekaligus dengan menambahkan koma (,) selama tipe data variabel tersebut sama.
Setelah variabel dideklarasikan, berikutnya adalah men-input nilai kedalam variabel tersebut. Berikut format penulisannya:
nama_variabel := nilai;
Untuk memberikan nilai, pascal menggunakan karakter:=‘titik dua sama dengan’.
Dalam pemrograman, proses pemberian nilai ini dikenal dengan istilah assignment, dan tanda “ := ” disebut dengan operator assignment di dalam pascal.
Proses assignment dibaca dari kanan ke kiri.
Konsep ini berlaku untuk semua bahasa pemrograman.
Perhatikan kode berikut:
nama:='Dimas'; umur:=17;
Jika kita terjemahkan kedalam tulisan kode diatas berarti kita memberikan nilai ‘Dimas’ kedalam variabelnamadan 17 kedalam variabelumur.
4. Konstanta
Konstanta adalah jenis variabel yang nilainya tidak bisa diubah. Inisialisasi nilai hanya dilakukan sekali di awal, setelahnya tidak bisa diubah nilainya.
Penggunaan Konstanta
Data seperti pi (22/7), kecepatan cahaya (299.792.458 m/s), adalah contoh data yang tepat jika dideklarasikan sebagai konstanta daripada variabel, karena nilainya sudah pasti dan tidak berubah.
Cara penerapan konstanta sama seperti deklarasi variabel biasa, selebihnya tinggal ganti keywordvardenganconst.
Teknik type inference bisa diterapkan pada konstanta, caranya yaitu cukup dengan menghilangkan tipe data pada saat deklarasi.const firstName string = "john" fmt.Print("halo ", firstName, "!\n")
const lastName = "wick" fmt.Print("nice to meet you ", lastName, "!\n")Penggunaan Fungsi
Fungsi ini memiliki peran yang sama seperti fungsifmt.Print()fmt.Println(), pembedanya fungsifmt.Print()tidak menghasilkan baris baru di akhir outputnya.
Perbedaan lainnya adalah, nilai pada parameter-parameter yang dimasukkan ke fungsi tersebut digabungkan tanpa pemisah. Tidak seperti pada fungsifmt.Println()yang nilai paremeternya digabung menggunakan penghubung spasi.
fmt.Println("john wick") fmt.Println("john", "wick") fmt.Print("john wick\n") fmt.Print("john ", "wick\n") fmt.Print("john", " ", "wick\n")
Kode di atas menunjukkan perbedaan antarafmt.Println()danfmt.Print(). Output yang dihasilkan oleh 5 statement di atas adalah sama, meski cara yang digunakan berbeda.
Bila menggunakanfmt.Println()tidak perlu menambahkan spasi di tiap kata, karena fungsi tersebut akan secara otomatis menambahkannya di sela-sela nilai. Berbeda denganfmt.Print(), perlu ditambahkan spasi, karena fungsi ini tidak menambahkan spasi di sela-sela nilai parameter yang digabungkan.
Comments
Post a Comment